Floating Kanan 132x647px
Floating Kiri 132x647px
Ikln atas 2

NEWS UPDATE

Pemimpin Besar Iran Kritik Diplomasi Damai Palestina - Israel

Pemimpin Besar Iran Kritik Diplomasi Damai Palestina - Israel

Pemimpin Besar Iran, Ayatollah Ali Khamenei mempertanyakan segala upaya perundingan damai dan diplomasi Israel-Palestina.

Dia menilai upaya yang telah dilakukan puluhan tahun itu tak ada hasil. Bahkan menurutnya, Israel secara terbuka terus merampas tanah rakyat Palestina. Pernyataan Khamenei itu disampaikan pada pidato pembukaan Konferensi Internasional ke-6 Mendukung Intifada Palestina.

Konferensi itu diselenggarakan oleh Parlemen Republik Islam Iran di Teheran pada 21-22 Februari. Pada hari pertama konferensi, suasana pertemuan berlangsung panas. Para pemimpin berbagai negara di dunia yang hadir ikut mengkritisi solusi dua negara guna mengakhiri konflik di tanah suci umat Islam tersebut.

Pidato Khamenei pun disambut pernyataan senada dari para pimpinan delegasi. Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Beri, menyebut solusi dua negara merupakan kebohongan Israel. Sebab menurutnya, pada kenyataannya Israel terus mengklaim wilayah Palestina.

Seluruh pimpinan delegasi dari 80 negara pun memprotes keras pembangunan permukiman ilegal Yahudi di atas tanah penduduk Palestina, tepatnya di Tepi Barat dan Yerusaalem Timur. Mereka juga mengutuk legalisasi permukiman ilegal oleh Parlemen Israel.

Anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera, Mahfudz Siddiq, ikut menghadiri konferensi tersebut. Dia mengatakan, kritik dan protes keras terkait solusi dua negara merupakan buah keputusasaan atas upaya perundingan damai dan diplomasi politik dalam menyelesaikan konflik Palestina-Israel.

"Sangat nyata proses perundingan hanya menguntungkan zionis Israel. Penguasaan mereka atas tanah Palestina terus bertambah, sementara posisi bangsa Palestina makin terjepit. Jadi wajar jika hari ini muncul ketidakpercayaan terhadap solusi dua negara," ungkap Mahfudz seperti dilansir Antara.

Dia menambahkan, delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto, dalam pernyataannya di sesi pleno juga tidak mengangkat solusi dua negara. Menurutnya, Indonesia mendukung percepatan Palestina merdeka.

"Suasana psiko-politiknya tidak mendukung. Kita hanya pertegas perlunya percepatan perwujudan Palestina merdeka dan berdaulat, serta keharusan Israel mundur dari semua wilayah pendudukan pasca 1967," kata Mahfuz.

Tokoh pimpinan Hizbollah, Syech Naim Kasim, ikut memperkuat seruan perlawanan terhadap Israel. Dia menyarankan aksi perlawanan bersenjata untuk membela Palestina. Sementara Ketua Parlemen Palestina, Salim Ja'nun juga menegaskan perlunya perlawanan terus menurus terhadap zionis Israel untuk merebut kembali hak-hak bangsa Palestina yang selama ini dirampas. Pernyataan tersebut juga diamini oleh Wakil Faksi Fatah, Hamas dan Jihad Islam yang hadir dalam konferensi tersebut. 

Komentar Via Facebook