Floating Kanan 132x647px
Floating Kiri 132x647px
Ikln atas 2

NEWS UPDATE

Gara-gara Erdagon, Hubungan Ankara dan Den Haag Memanas

Gara-gara Erdagon, Hubungan Ankara dan Den Haag Memanas

Hubungan Ankara-Den Haag memanas menyusul komentar Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan yang menyebut Belanda menyerupai Nazi.

Pemerintah Belanda telah mengusir Menteri Urusan Keluarga Fatma Betul Sayan Kaya setelah dicegah berpidato dalam demonstrasi di depan konsulat Turki di Rotterdam. Den Haag menyatakan telah memberi tahu Turki pihaknya tidak bisa berkompromi soal keamanan dan ketertiban publik.

"Upaya mencapai solusi yang bisa masuk akal ternyata tidak bisa dicapai, dan serangan verbal yang disampaikan oleh otoritas Turki hari ini tidak bisa diterima," kata Pemerintah Belanda dalam pernyataan yang dikutip AFP, Minggu (12/3/2017).

"Dalam konteks ini, kunjungan Menteri Kaya adalah tindakan tidak bertanggung jawab. Melalui kontak dengan otoritas Turki, pesan yang kami sampaikan berulang kali adalah Menteri Kaya dilarang datang ke Belanda ... namun dia tetap memutuskan untuk datang."

Den Haag juga menolak pesawat yang ditumpangi Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu untuk mendarat, tak lama sebelum demonstrasi. Pelarangan ini adalah tindakan yang memicu komentar 'Nazi' dari Erdogan. Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengecam pernyataan ini, menyebutnya "gila" dan "kelewat batas."

Belanda adalah rumah bagi 400 ribu warga asal Turki dan Ankara ingin meraup suara para diaspora di Eropa dalam referendum terkait penambahan kekuasaan presiden, April ini. Selain Belanda, Jerman dan sejumlah negara lain juga berupaya untuk menghentikan demonstrasi serupa.

Sementara itu, di Turki, Kedutaan Besar Belanda disegel demi alasan keamanan. "Pintu masuk dan keluar dari Kedutaan Besar Belanda di Ankara dan konsulat di Istanbul telah ditutup untuk alasan keamanan," kata seorang sumber di Kementerian Luar Negeri Turki.

Komentar Via Facebook