Floating Kanan 132x647px
Floating Kiri 132x647px
Ikln atas 2

NEWS UPDATE

IHSG Diprediksi Melambung Akhir Pekan

IHSG Diprediksi Melambung Akhir Pekan

Jakarta - Arus dana asing (capital inflow) dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi menjadi sentimen positif bagi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat (24/3/2017), sehingga IHSG diprediksi melanjutkan tren penguatannya (bullish).

David Sutyanto, Kepala riset First Asia Capital menyatakan, bursa saham Wall Street tadi malam mengalami koreksi tipis karena kongres AS menunda penghitungan suara atas Undang-Undang (UU) perlindungan kesehatan yang menggantikan Obamacare.

Dow Jones melemah 0,02 persen ke level 20.656,58, S&P500 turun 0,11 persen ke level 2.345,96, dan Nasdaq terkoreksi 0,07 persen di level 5.817,69. "Penundaan ini membuat pasar cenderung berhati-hati dan mengambil sikap menunda," terang David dalam risetnya, dimuat CNNIndonesia.com, Jumat (24/3/2017).

Berbeda dengan bursa saham Wall Street, IHSG kemarin mampu berbalik arah positif dan kembali menembus rekor terbarunya ke level 5.563, atau menguat 29,66 poin (0,54 persen). Menurut David, penguatan IHSG terutama ditopang oleh capital inflow. "Sentimen musim dividen menjadi pemicu aksi beli pemodal. Pembelian terutama menyasar sejumlah saham-saham perbankan yang berkapitalisasi besar," sambung David.

Sentimen positif tersebut, jelas David, masih akan mengerek laju IHSG akhir pekan ini. Selain itu, aksi korporasi emiten dan potensi pemberian rating layak investasi oleh S&P juga menjadi vitamin tambahan untuk IHSG. "IHSG diperkirakan berpeluang menyentuh level 5.600 dengan support di level 5.530," ujar David.

Sependapat dengan David, analis senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menuturkan, IHSG dapat bertahan di zona positif meski kondisi bursa saham global dan harga minyak dunia sedang tertekan.

Rupanya, beberapa sentimen positif berupa peluang pemberian rating dari S&P direspons positif oleh pasar sehingga IHSG tetap bertahan di teritori positif pada perdagangan kemarin. "Terlihat IHSG akan naik dan dapat bertahan dalam penguatannya meski pergerakan indeks global sedang negatif," kata Reza.

Hari ini, ia memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.513-5.538 dan resisten 5.601-5.582.

 

Berita Terkait

Komentar Via Facebook