Floating Kanan 132x647px
Floating Kiri 132x647px
Ikln atas 2

NEWS UPDATE

Mendengar Musik dengan Volume Tinggi Bisa Tuli

Mendengar Musik dengan Volume Tinggi Bisa Tuli

Suara bising menjadi salah satu penyebab ketulian yang harus diperhatikan secara serius.

Anak muda kini lebih rentan mengalami ketulian karena kebiasaan mendengarkan musik dengan volume tinggi dalam durasi yang panjang lewat telepon genggam mereka. 

Lembaga riset digital marketing Emarketer memprediksikan tahun 2018 jumlah pengguna aktif telepon selular di Indonesia akan mencapai lebih dari 100 juta orang. Sementara itu, World Health Organization (WHO) menyebutkan perkembangan teknologi menjadi risiko tertinggi untuk gangguan pendengaran.

Selain itu, tempat rekreasi seperti klub malam, pub, bar, bioskop, konser musik, acara olahraga atau kelas fitnes menjadi faktor yang tidak dapat dipisahkan. Spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT) Soekirman Soekin mengatakan, gangguan pendengaran akibat bising dapat bersifat sementara atau permanen. Sementara artinya pendengaran dapat pulih setelah beberapa jam meninggalkan tempat bising.

"Namun hal tersebut tidak boleh diabaikan karena jika terpapar kebisingan setiap hari atau berulang-ulang maka pendengaran seseorang akan rusak secara permanen,"tuturnya saat diskusi soal pendengaran di Percetakan Negara, Jakarta Pusat.

Soekirman menambahkan ketulian akibat bising tersebut biasanya terjadi pada kedua telinga. Kemampuan seseorang mendengar pun akan berkurang sebanyak 40-75 desibel (dB). Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi ketulian tersebut seperti intensitas seseorang dalam menerima kebisingan, frekuensi kebisingan, kerentanan individu, jenis kelamin, usia dan kelainan di telinga tengah.

Meski demikian, ketulian akibat bising masih dapat dicegah. Soekirman mengatakan pencegahan dapat dilakukan dengan membatasi volume dan durasi penggunaan perangkat audio. "Idealnya, seseorang dapat mendengarkan musik dengan volume maksimal 60 persen dan durasi maksimal 60 menit," tuturnya.

Selain itu, pencegahan juga dapat dilakukan dengan menghindari lingkungan yang bising, menghindari suara keras, menggunakan alat pelindung telinga saat bekerja dan mengurangi intensitas sumber bising pada pekerja industri.

Jika seseorang telah mengalami gangguan pendengaran akibat bising, Soekirman mengatakan, penanganan masih dapat dilakukan yaitu dengan berobat ke spesialis THT dan memasang alat bantu dengar. Dan, penderita gangguan pendengaran dianjurkan untuk berbicara berhadapan secara perlahan-lahan dengan artikulasi yang jelas tanpa harus berteriak.

 

Komentar Via Facebook