Floating Kanan 132x647px
Floating Kiri 132x647px
Ikln atas 2

NEWS UPDATE

Kisah Lutfi Hakim jadi Yatim Piatu

Kisah Lutfi Hakim jadi Yatim Piatu

Siak - Lutfi Hakim (5), seorang bocah yang yang kehilangan kedua orangtuanya karena peristiwa kecelakaan lalu lintas propinsi Riau tepatnya Lintas Sei Pakning kabupaten Siak menuju Kabupaten Bengkalis.

Sang ayah yang mengendarai sepeda motor kehilangan kendali saat mengelakkan lobang kemudian menabrak mobil Opel Blazer. "Saat mengelakkan lobang, Syafrizam (46) yang membonceng istrinya Murni Harahap (38) dan anaknya Lutfi Hakim kehilangan kendali. Lalu sepeda motor yang dikendarainya menabrak mobil dari arah berlawanan," ujar Kapolres Siak AKBP Restika Perdamean Nainggolan Sik, Selasa (28/3/2017).

Satu keluarga yang berdomisili di jalan Pemda RT 007 RW 003 Benteng Hulu kecamatan Mempura Kabupaten Siak itu pun terpental hingga tak sadarkan diri. Suami istri tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan sang anak Lutfi mengalami patah kaki sebelah kiri.  Padahal saat itu, mereka akan melihat anak sulungnya Rifki Ade Saputra dalam pesantren di Kabupaten Siak.

"Sepeda motor Shogun yang mereka kendarai menabrak Opel Blazer yang dikemudikan Mualimin (38) dari arah berlawanan. Tabrakan tak terelakan karena jarak sudah dekat," jelas perwira menengah jebolan Akademi Kepolisian tahun 1998 ini.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara, peristiwa itu terjadi karena kondisi jalan propinsi itu rusak berlobang dan tidak ada rambu jalan. Kini, Lutfi hidup tanpa orangtua untuk menghadapi masa depannya. Dia kehilangan ayah dan ibunya karena faktor jalan propinsi yang rusak.

Kejadian yang menimpa satu keluarga itu mendapat perhatian dari Bupati Siak Syamsuar. Dia langsung menjenguk Lutfi dan membiayai segala kebutuhan rumah sakit dan kehidupan bocah tersebut. "Sungguh berat sekali cobaan yang harus ditanggung ananda Lutfi dan Rifki. Kedua orangtua tercintanya dipanggil Allah Swt dalam musiba kecelakaan yang terjadi Jumat (24/3) lalu di Kecamatan Sabak Auh," kata Syamsuar.

Syamsuar mengakui satu keluarga tersebut merupakan warganya yang memiliki kegigihan dalam mengenyam pendidikan untuk anak-anaknya. Kedua korban bersama putra bungsu Lutfi, berniat ke Bengalis untuk melihat anak sulungnya Rifki di dalam pesantren. "Semoga dari musibah yanag berat ini akan mengangkat derajat orangtuanya kelak di akhirat, dari doa kedua anak yatim piatu," ucap Syamsuar.

Syamsuar juga berjanji akan membiayai segala kebutuhan kedua anak yatim piatunya itu dari dasar di pondok pesantren hingga ke Perguruan Tinggi. Sebab, mereka tida memiliki tulang punggung lagi untuk melanjutkan pendidikan, bahkan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

"Semoga ananda tersebut diberikan ketabahan dan akan kami teruskan pendidikannya untuk mondok di salah satu pesantren di luar Siak. Mudah-mudahan menjadi anak sholeh seperti keinginan orangtuanya," kata Syamsuar.

Kecelakaan dominan terjadi di jalan propinsi Riau dari arah Pekanbaru menuju ke Kabupaten Siak. Kondisi jalan rusak kerap menjadi momok yang sangat menakutkan bagi pengendara yang melaluinya. Jalan tersebut hingga kini belum diperbaiki Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Riau. 

Meski demikian, Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Siak tetap menghimbau kepada masyarakat yang melintasi jalan tersebut untuk berhati-hati. Pihaknya memang ingin memperbaiki jalan tersebut jika menjadi tanggung jawab Pemerintahan Kabupaten Siak.

"Iya, kemarin ada beberapa kali terjadi kecelakaan di jalan wilayah kabupaten Siak. Tapi, jalan yang bergelombang dan berlubang tempat kecelakaan itu,  statusnya jalan provinsi Riau," kata Kepala Dinas PU Kabupaten Siak Irving Kahar.

Irving mengklaim, untuk jalan yang menjadi tanggung jawab Dinas PU Kabupaten Siak tidak mengalami kerusakan yang parah seperti jalan propinsi Riau tersebut. Meski bukan wewenangnya untuk mencampuri urusan jalan propinsi itu, Irving mengaku tetap memasang baliho bertulisan agar masyarakat waspada melintasinya. Jalan itu sering terjadi kecelakaan, dan memakan korban jiwa. 

"Untuk itu, kami berkoordinasi ke Pemprov Riau agar melakukan upaya perbaikan badan jalan tersebut. Kami sudah lama pasang baliho di tepi jalan, bertuliskan  hati-hati jalan provinsi berlubang dan bergelombang" jelas Irving.

Karena jalan rusak berlobang dan bergelombang tersebut berada di wilayah Kabupaten Siak, masyarakat kerap menyalahkan Pemkab Siak dan dinilai tidak becus mengurus jalan. "Kami ingin sekali jalan itu diperbaiki, tapi bukan tanggung jawab Pemkab Siak. Karena jalan itu statusnya wewenang Pemerintah provinsi Riau," ucap Irving.

Irving khawatir jika tetap nekat memperbaiki jalan propinsi itu akan kena audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan karena mengerjakan wewenang instansi lain. "Nanti kami akan disalahkan BPK jika memperbaiki jalan tersebut. Sebenarnya kasian masyarakat," ujarnya. (san/*)

Berita Terkait

Komentar Via Facebook