Floating Kanan 132x647px
Floating Kiri 132x647px
Ikln atas 2

NEWS UPDATE

Patung Karl Marx Picu Kontroversi

Patung Karl Marx Picu Kontroversi

Kota Trier di Jerman memutuskan menerima sebuah patung yang menggambarkan Karl Marx dari China sebagai bentuk penghargaan ulang tahun filsuf tersebut ke-200 pada tahun depan.

Namun, penerimaan itu menuai pro dan kontra. Melansir Reuters, kontroversi akan patung tersebut karena dianggap mendukung ideologi yang dianut China, komunis, yang banyak menuai catatan buruk kemanusiaan di masa lalu.

Namun di sisi lain, patung tersebut dianggap tepat berada di Trier sebagai lokasi kelahiran filsuf yang terkenal dengan karyanya, the Communist Manifesto. "Ini jelas tentang kota ini mendukung ideologi China yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia dan kami tidak dapat membiarkan hal tersebut di masyarakat ini," kata Tobias Scheider, perwakilan Free Democrat yang kontra akan patung tersebut saat wawancara dengan radio Deutschlandfunk.

Hasil pemungutan suara Dewan Kota memutuskan menerima patung tersebut dengan rincian 42 anggota mendukung penerimaan patung tersebut dan tujuh anggota menolak. "Keputusan ini, bagaimanapun, tidak menentukan ukuran patung atau lokasi penempatan patung," tulis pernyataan Dewan Kota.

Seniman China pembuat patung tersebut, Wu Weishan, menyarankan patung 4,9 meter tersebut ditempatkan 1,4 meter lebih tinggi di Porta Nigra. Porta Nigra merupakan landmark Trier paling terkenal dan satu dari yang terbesar dan paling awet dari gerbang peninggalan Romawi di utara Pegunungan Alpen.

Model dari patung tersebut dipamerkan di Trier selama dua hari pada awal Maret lalu. Dewan kota juga mengatakan akan berbicara dengan Wu dan konsulat China di Frankfurt tentang penanggung biaya alas patung senilai 70 ribu euro atau lebih dari Rp1 miliar.

"Negara dengan penduduk terbesar di dunia memikirkan kota kecil Trier adalah hal yang menakjubkan. Ini kehormatan besar bila masyarakat mulai melihat Trier," kata Andreas Ludwig, anggota dewan kota yang mengawasi proyek konstruksi kota saat diwawancara SWR.

Karl Marx sendiri memiliki darah keturunan Jerman dan memiliki andil pemikiran atas kejadian Perang Dingin serta berdirinya Tembok Berlin.

 

Berita Terkait

Komentar Via Facebook