Tragedi di Pelabuhan Tanjung Buton: Pompong Tenggelam Saat Draft Survey MV HIMALA, 1 Surveyor Tewas, 3 Masih Hilang

Potretterkini.com – SIAK – Sebuah insiden tragis terjadi di perairan Pelabuhan Tanjung Buton, Kabupaten Siak, pada dini hari Selasa (6 Juli 2026). Sebuah kapal pompong yang membawa sejumlah petugas survei dan agen kargo tenggelam saat sedang melakukan kegiatan draft survey (pengukuran sarat air) di Kapal Motor (MV) HIMALA.

Berdasarkan laporan lapangan, kejadian bermula sekitar pukul 00.00 WIB di area labuh pelabuhan. Pompong tersebut diduga oleng atau terdampak arus saat proses pengukuran berlangsung, sehingga mengakibatkan beberapa penumpang tercebur ke laut.

Kronologi dan Daftar Korban

Hingga pembaruan informasi pada pukul 11.30 WIB hari yang sama, tim gabungan SAR telah berhasil menemukan empat orang korban. Namun, tiga lainnya masih dalam status hilang dan pencarian terus diperketat.

Korban Selamat:
1. Chief Officer (C/O) MV HIMALA: Berhasil diselamatkan dalam kondisi sadar.
2. Hamdi: Agen dari PT SMA, ditemukan selamat.
3. Nakhoda Pompong Gading: Pemilik/kapten pompong yang juga berhasil selamat.

Korban Meninggal Dunia:
* Ilham: Seorang surveyor dari PT CARSURIN. Jenazahnya telah ditemukan dan dievakuasi oleh tim SAR.

Korban Masih Hilang (Dalam Pencarian Intensif):
1. Febri: Surveyor dari PT Sucofindo.
2. Aditia Waskita: Petugas Bea dan Cukai (Bea Cukai) Siak.
3. Desmond Nataldo: Shipper dari PT KIMI.

“Info terakhir pukul 11.30 siang, tiga korban sudah ditemukan, namun masih tersisa satu orang yang belum berhasil dilokalisir. Tim SAR terus menyisir area tenggelam,” demikian bunyi laporan perkembangan di lapangan.

Sorotan Keselamatan Kerja di Area Labuh

Insiden ini kembali membuka mata publik mengenai risiko tinggi aktivitas maritim di area labuh pelabuhan, terutama saat malam hari. Kegiatan draft survey yang melibatkan perpindahan personel dari kapal besar ke pompong kecil memerlukan prosedur keselamatan (life jacket, tali pengaman, dan pencahayaan memadai) yang ketat.

Kehilangan seorang petugas Bea Cukai dan dua surveyor swasta dalam satu insiden menjadi pukulan berat bagi instansi terkait. Keluarga korban dan rekan kerja kini hanya bisa berharap agar pencarian terhadap ketiga korban yang masih hilang segera membuahkan hasil.

Pihak Pelabuhan Tanjung Buton dan Kantor Kesyahbandaran utama diperkirakan akan segera membentuk tim investigasi untuk mengetahui penyebab pasti tenggelamnya pompong tersebut, apakah akibat faktor cuaca, kelalaian prosedur, atau kondisi teknis kapal.(*)

Penulis: RlsEditor: Hendra Flani Nainggolan